Jakarta - Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat yang dikenal oleh warga dengan sebutan Kirab masih tegak berdiri walau kondisinya memprihatinkan. Meski interior telah banyak yang rusak, namun sisa-sisa kemewahan masih terlihat jelas.
"Bangunan ini memang kokoh, dari baja beton," ujar seorang petugas keamanan yang mengantar detikcom berkeliling melihat interior Graha Garuda Tiara Indonesia di Cileungsi Bogor, Jumat (28/11/2008).
Memasuki ruangan konvensi nampak sisa-sisa kemewahan, puluhan lampu stage yang biasa digunakan untuk pertunjukan nampak berserakan di lantai dengan kabel yang bergulung-gulung tak karuan."Lampunya sudah tidak ada, hanya rumahnya saja," jelas pria setengah baya itu.Lantai keramiknya tampak berjamur dan pecah di sana-sini. Jika tidak hati-hati bisa-bisa menginjak kotoran kelelawar.
Di ruang utama yang dulu pernah digunakan untuk aneka acara seremonial kini
hannya digunakan sebagai gudang. Gelap dan berdebu. Tumpukan spring bed kotor nampak di pojok ruangan.
"Sudah mulai rusak, padahal dulu bagus-bagus. Jarang dipakai," ujarnya.
Penjelajahan berlanjut pada tubuh Garuda yang digunakan sebagai hotel. Pernah lihat settingan film horor? Seperti itulah gambarannya. Karpet merah masih menempel di tangga balkon.
http://www.detiknews.com/read/2008/11/29/083458/1045012/10/menengok-sisa-sisa-kemewahan-burung-garuda-raksasa-di-cileungsi
0 comments:
New comments are not allowed.